Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mengajarkan Siswa untuk Menyelesaikan Perselisihan Mereka Sendiri

Bukan rahasia lagi bahwa ada peningkatan perselisihan siswa karena berbagai alasan. Terkadang sesederhana meneriakkan kata-kata kasar kepada satu sama lain atau sama parahnya dengan melakukan perkelahian fisik. Guru sering dihadapkan pada siswa yang suka berkelahi, suka mengejek teman, maupun siswa yang sering melanggaran peraturan sekolah. Saat Anda menempatkan ruang kelas anak-anak dalam satu ruang, akan ada konflik. Pelajari beberapacara tentang bagaimana cara mengajarkan siswa untuk menyelesaikan perselisihan mereka sendiri untuk pelajaran dalam bergaul dengan orang lain.
1. Mediasi Sejawat
Ketika masalah muncul di kelas antara dua siswa, guru dapat memilih siswa tersebut meninggalkan kelas dan pergi ke kantor. Meskipun dalam beberapa kasus ini adalah satu-satunya pilihan yang tersedia, karena perselisihan menjadi kekerasan, Anda dapat mempertimbangkan untuk membiarkan siswa menyelesaikan masalah mereka dengan sesi mediasi teman sebaya. Mediasi teman adalah di mana dua siswa yang berkelahi duduk dengan siswa lain untuk mendapatkan pandangan orang ketiga tentang masalah tersebut. Ini adalah pengaturan terstruktur yang memberi siswa kesempatan untuk menyelesaikan perbedaan mereka dengan sudut pandang siswa yang objektif. Mediasi teman membantu siswa menyelesaikan perbedaan mereka tanpa agresi, yang dapat menyebabkan kekerasan.

2. Metode "Pergi"
Mengajarkan siswa Anda untuk menjauh saat perselisihan memanas sangatlah penting. Ajari mereka bahwa tidak perlu berselisih pendapat yang dapat berubah menjadi kekerasan. Beri tahu siswa Anda bahwa menjauh dari situasi yang berpotensi berbahaya tidak berarti mereka ayam. Ini berarti bahwa mereka sadar akan bahaya, dan merupakan keputusan cerdas di pihak Anda untuk menghindari perselisihan.

3. Beri Tahu Siswa Anda
Pastikan siswa Anda memahami konsekuensi perkelahian di sekolah atau bahkan menyebabkan keributan di sekolah. Kadang-kadang siswa akan berpikir dua kali untuk berargumen, jika mereka tahu ada akibat yang serius. Mereka mungkin merasa tidak sepadan dengan waktu atau usaha mereka untuk memulai pertengkaran. Pastikan untuk menempatkan aturan kelas di tempat di mana semua orang dapat melihatnya dengan jelas, dan bicarakan aturan tersebut di awal tahun ajaran baru.

4. Mediasi Guru
Beri tahu siswa Anda bahwa Anda selalu tersedia untuk menjadi mediator dalam perselisihan. Itu adalah keputusan mereka untuk datang kepada Anda untuk meminta nasihat, tetapi Anda tersedia. Juga beri tahu siswa Anda bahwa Anda perlu mewaspadai situasi yang berpotensi berbahaya yang mungkin dialami siswa, seperti merencanakan perkelahian setelah sekolah, dan lain-lain.

5. Ajarkan Pentingnya Berbagi
Jika perselisihan antar siswa muncul karena mereka kesulitan berbagi sesuatu, tunjukkan manfaat berbagi. Misalnya, mungkin sudah waktunya istirahat dan dua anak ingin bermain bola. Tandaskan bahwa alih-alih bermain dengan bola sendirian, mengapa tidak berbagi bola dan bermain tangkapan? Berikan contoh dan skenario kepada anak-anak tentang bagaimana berbagi dapat bermanfaat bagi dua orang, sehingga saat perselisihan seperti ini muncul di lain waktu, siswa Anda akan tahu cara menanganinya.

6. Latihan Karakter
Membangun latihan karakter ke dalam kurikulum Anda adalah cara yang baik untuk mengajari anak-anak tentang cara menyelesaikan konflik. Mengajar mereka bagaimana menghormati orang lain, jujur ​​dengan orang lain, dan bagaimana menjadi penuh kasih terhadap orang lain mungkin tetap bersama mereka pada saat perselisihan. Mempersenjatai siswa Anda dengan informasi, seperti pelatihan karakter, memberi mereka kesempatan untuk mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari, jika mereka menemukan diri mereka dalam perselisihan.

Post a Comment for "Cara Mengajarkan Siswa untuk Menyelesaikan Perselisihan Mereka Sendiri"