Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia - Materi IPS Kelas 6 SD / MI

A. Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan

Proklamasi Kemerdekaan yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi peristiwa bersejarah untuk bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah yang mana bangsa Indonesia berhak atas kemerdekaannya. Ada beberapa peristiwa penting sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang perlu diketahui:

1. Pada tanggal 6 Agustus 1945 Kota Hiroshima Jepang dijatuhi bom atom pertama oleh Amerika Serikat.

2. Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) karena tugasnya dianggap selesai. Ir. Soekarno diangkat sebagai ketua dan sebagai wakil ketuanya ialah Drs. Mohammad Hatta.

3. Pada tanggal 9  Agusus 1945 Kota Nagasaki Jepang dijatuhi bom atom kedua oleh Amerika Serikat.

4. Pada tanggal 12 Agustus 1945 tiga tokoh pergerakan nasional, yaitu Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ir. Sukarno, dan Drs. Mohammad Hatta memenuhi undangan dari Jenderal Terauchi di Dalat (Vietnam). Jenderal Terauchi merupakan Panglima tentara Jepang di Asia Tenggara.
Dalam pertemuan itu, Jenderal Terauchi menegaskan pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

5. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat ke Sekutu dan terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power) di Indonesia.

6. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Rajiman pulang ke tanah air dari Dallat, Vietnam. Begitu tiba ditanah air, Ir. Soekarno, dan Drs. Mohammad Hatta disambut oleh para pemuda pejuang. 
Sutan Syahrir meminta Ir. Soekarno dan Moh. Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta  ingin merundingkan masalah Proklamasi Kemerdekaan dalam sidang panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) terlrbih dahulu. Namun, para pemuda tidak sabar menantikan PPKI bersidang, dan tetap bersikeras memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secepatnya.

7. Pada tanggal 16 Agustus 1945 dini hari Ir. Soekarno dan Moh Hatta diculik oleh golongan muda ke Rengasdengklok Karawang dan dipaksa segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia melalui radio.

8. Pada tanggal 16 Agustus sore hari, Ir Soekarnodan Moh. Hatta diantar kembali ke Jakarta. Malam harinya, Soekarno-Hatta mengumpulkan para anggota PPKI dan para pemimpin pemuda. Mereka bermusyawarah untuk mewujudkan proklamasi kemerdekaan. Mr. Ahmad Subarjo memilih rumah Laksamana Muda Maeda, di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta sebagai tempat musyawarah. Ia adalah
sahabatnya yang menjabat Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang. Sekarang rumah ini menjadi gedung Museum Proklamasi.
Teks proklamasi ditulis di rumah Laksamana Tadashi Maeda. Para penyusun teks proklamasi adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Achmad Soebardjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno. Saat itu hadir pula B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik.

9. Pada tanggal 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56 telah hadir, antara lain, Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani, dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan.

10. Pada tanggal 18 Agustus 1945 18 Agustus 1945: PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia.

B. Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia

1. Sebagai Puncak Perjuangan Indonesia
Bangsa Indonesia telah dijajah selama bertahun-tahun oleh negaranegara Eropa sampai Jepang. Penduduk dengan latar belakang yang berbeda bersatu untuk melawan penjajah. Proklamasi Kemerdekaan merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan.
2. Pengakuan Kepada Dunia Luar
Dengan membacakan teks proklamasi, Indonesia mengumumkan kepada dunia luar bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka.vPengakuan ini (de facto) diikuti oleh pengakuan dari negara lain (devjure).
3. Menaikkan Martabat Bangsa
Pembacaan teks proklamasi memberikan pesan kepada negara lainvbahwa Indonesia adalah negara yang bebas dari penjajahan, negaravyang memiliki martabat, dan negara yang mandiri.
4. Perjuangan sebagai Negara Baru
Indonesia adalah negara yang dibangun oleh rakyat dan untuk rakyat. Negara Indonesia adalah negara mandiri yang tidak tergantung kepada negara lain.
5. Tonggak Sejarah Negara Indonesia
Pembacaan teks proklamasi merupakan awal dari masa kemerdekaan Indonesia yang terbebas dari belenggu penjajahan.

C. Peran Tokoh dalam Proklamasi

1. Ir. Soekarno
Ir. Soekarno merupakan salah satu orang yang berperan dalam mendirikan negara Republik Indonesia sebagai negara berdaulat. Bung Karno lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Bung Karno menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda bersama Bung Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo. Ia kemudian menandatangani teks proklamasi atas nama bangsa Indonesia bersama Bung Hatta. Bung Karno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

2. Drs. H. Mohammad Hatta
Drs. H. Mohammad Hatta atau Bung Hatta, lahir di Bukit tinggi, Sumatra Barat, 12 Agustus 1902. Beliau wafat di Jakarta, 14 Maret 1980 pada usia 77 tahun. Bung Hatta menyusun konsep teks proklamasi bersama Bung Karno dan Mr. Achmad Soebardjo. Ia ikut menandatangani teks proklamasi atas nama bangsa Indonesia bersama Bung Karno. Mohammad Hatta adalah Wakil Presiden pertama Indonesia. Selain itu, beliau adalah Bapak Koperasi Indonesia.

3. Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo
Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo lahir di Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 dan meninggal  15 Desember 1978 pada umur 82 tahun. Beliau adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Achmad Soebardjo adalah salah seorang tokoh dari golongan tua yang berperan dalam mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Achmad Soebardjo ikut menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda bersama Bung Karno dan Bung Hatta.

4. Laksamana Tadashi Maeda
Laksamana Tadashi Maeda adalah perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Beliau membantu persiapan konsep teks Proklamasi Kemerdekaan dengan mengizinkan rumahnya digunakan sebagai kegiatan yang sangat penting. Di rumahnya berkumpul para tokoh bangsa yang berjasa besar. Walaupun beliau orang Jepang, beliau rela membantu Indonesia karena simpati terhadap rakyat Indonesia.

5. Sukarni
Sukarni lahir di Blitar, Jawa Timur, 14 Juli 1916. Beliau meninggal di Jakarta, 7 Mei 1971 pada usia 54 tahun. Nama lengkapnya adalah Sukarni Kartodiwirjo. Sukarni merupakan seorang tokoh pemuda dan pejuang yang gigih melawan penjajah. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi adalah Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia.

6. Ibu Fatmawati
Ibu Fatmawati yang bernama asli Fatimah, lahir di Bengkulu pada tahun 1923 dan meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1980. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta. Fatmawati menjahit bendera pusaka sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

7. Sayuti Melik
Teks Proklamasi Kemerdekaan diketik oleh Sayuti Melik. Sayuti Melik adalah tokoh pemuda yang juga sangat berperan dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi setelah ia sempurnakan dari tulisan tangan Bung Karno.


Sumber:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Buku Siswa Tematik Kelas 6 Tema 2 Persatuan dalam Perbedaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Post a Comment for "Proklamasi Kemerdekaan Indonesia - Materi IPS Kelas 6 SD / MI"